Friday, December 13, 2019

Cerpen (Pengertian, Ciri, Unsur Intrinsik & Ekstrinsik)

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat datang di blog . Senang sekali rasanya kali ini beroleh kami bagikan materi Bahasa Indonesia : Cerpen / Cerita Pendek meliputi Pengertian Cerpen, Ciri-ciri, Unsur intrinsik & ekstrinsik cerpen, beserta contoh cerpen beserta latihan soalnya. Silakan disimak selengkapnya..

CERPEN / CERITA PENDEK


 Senang sekali rasanya kali ini  beroleh kami bagikan materi  Cerpen (Pengertian, Ciri, Unsur Intrinsik & Ekstrinsik)

A. Pengertian Cerpen


Cerpen adalah cerita pendek, jenis karya sastra yg memaparkan kisah ataupun cerita tentang manusia beserta seluk beluknya lewat tulisan pendek. Atau definisi cerpen yg lainnya yaitu merupakan karangan fiktif yg isinya sebagian kehidupan seseorang alias juga kehidupan yg diceritakan secara ringkas yg berfokus dengan suatu tokoh saja.

Berikut ini pengertian cerpen menurut beberapa ahli

Inilah beberapa Pengertian cerpen menurut para ahli, beroleh kamu baca dibawah ini:
  • Menurut menurut, H.B. Jassin -Sang Paus Sastra Indonesia- mengatakan bahwa: yg disebut cerita pendek harus memiliki bagian perkenalan, pertikaian, & penyelesaian.
  • Sedangkan menurut, A. Bakar Hamid dalam tulisan “Pengertian Cerpen” berpendapat bahwa: yg disebut cerita pendek itu harus dilihat dari kuantitas, yaitu banyaknya perkataan yg dipakai: antara 500 – 20.000 kata, adanya satu plot, adanya satu watak, & adanya satu kesan.
  • Dan menurut, Aoh. KH, mendefinisikan bahwa: cerpen adalah salah satu ragam fiksi / cerita rekaan yg sering disebut kisahan prosa pendek.

B. Ciri-ciri Cerpen


  • Terdiri kurang dari 10.000 (sepuluh ribu) kata.
  • Bentuk tulisan yg singkat tentunya lebih pendek dari Novel.
  • Isi dari cerita berasal dari kehidupan sehari-hari.
  • Penokohan dalam cerpen sangat sederhana.
  • Bersifat fiktif.
  • Hanya mempunyai 1 alur.
  • Habis dibaca sekali duduk.
  • Penggunaan kata-kata yg encer dipahami oleh pembaca.
  • Mengangkat beberapa peristiwa saja dalam hidup tidak seluruhnya.
  • Kesan beserta pesan yg ditinggalkan sangatlah mendalam sehingga si pembaca ikut merasakan isi dari cerpen tersebut.

C. Unsur-Unsur Cerpen


Unsur-unsur cerpen terdiri dari dua macam, dua macam itu adalah unsur intrinsik beserta ekstrinsik. Dibawah ini adalah penjelasan lengkap mengenai unsur-unsur itu.
1. Unsur Intrinsik Cerpen
  • Tema
Tema adalah suatu pokok masalah yg mendasari sebuah cerita (gagasan pokok dasar cerita). Tema biasanya terlihat jelas dalam cerita, namun tidak dalam keadaan langsung, yg mana pembaca itu harus menyimpulkan terlebih berlalu untuk menentukan tema dari sebuah cerita itu. Biasanya tema dirumuskan dalam bentuk sebuah kalimat pernyataan.
  • Alur alias Plot
Alur alias plot merupakan sebuah langkah alias jalan dari sebuah cerita.Urutan cerita biasanya bisa terjalin atas urutan waktu, kejadian alias hubungan dari sebab beserta akibat. Secara garis besar urutan alur alias plot yaitu perkenalan - kemudian mucul sebuah konflik alias masalah - peningkatan masalah alias konflik - puncak masalah (klimaks) - kemudian penurunan masalah alias konflik - beserta yg terakhir adalah penyelesaian masalah.
  • Penokohan alias Perwatakan
Penokohan adalah pemberian suatu watak alias sifat (karakter) dengan ibu bapak cerita. Pemberian sifat tersebut hendak tercermin dalam fikiran, tingkah laku, ucapan alias pandangan tokoh terhadap sesuatu hal. Metode penokohan tersebut ada 2 yaitu dengan metode analitik beserta metode dramatik.
  • Metode analitik adalah metode penokohan yg dicerminkan alias dipaparkan secara langsung. seperti sadis, pemarah, keras kepala beserta lain-lain. 
  • Metode dramatik adalah metode penokohan yg dicerminkan alias dipaparkan secara tidak langsung, alias pengmbaran sifat melalui penggambaran fisik, dialog antar tokoh dll. 
Penampilan tokoh juga dibagi menjadi 2 yaitu protagonis dan antagonis. Tokoh Protagonis adalah tokoh yg memerankan/memiliki watak baik, jujur, beroleh dipercaya, cepat tanggap beserta lain-lain (lebih jelas tokoh ini berwatak baik-baik). Jika tokoh Antagonis adalah tokoh yg memerankan/memiliki watak jelek ( pendendam, jahat, sombong beserta lain-lain).
  • Setting alias Latar
Setting alias latar adalah tempat peristiwa,waktu beserta suasana cerpen itu dilakukan. Atau lebih jelasnya latar alias setting itu terdiri dari 3 unsur yaitu :
  1. Latar Tempat (Berkaitan dengan dimana peristiwa dalam cerpen itu terjadi).
  2. Latar Waktu (Berkaitan dengan kapan peristiwa dalam cerpen terjadi).
  3. Latar Suasana ( Berkaitan dengan perasaan alias suasana kejadian peristiwa dalam cerpen itu terjadi).
  • Sudut Pandang alias Point Of View
Sudut pandang adalah cara bercerita alias cara pandang visi seorang pengarang dengan suatu peristiwa dalam cerpen. Sudut pandang dibagi menjadi beberapa yg diantaranya yaitu, sudut pandang orang pertama alias dengan gaya bahasa "aku" dll., sudut pandang peninjau alias orang ke-3, sudut pandang campuran (bisa orang pertama alias ketiga). 
Dalam sudut pandang, kata ganti orang dibagi menjadi 3 yaitu :
  1. Sudut pandang orang pertama, yaitu orang yg berbicara. Contohnya seperti kata aku , saya , gue (untuk tunggal), seperti kami, kita, (untuk jamak ).
  2. Sudut pandang orang kedua, yaitu orang yg dibicarakan. Contohnya seperti kamu, engkau (untuk tunggal ), seperti kalian ( untuk jamak )
  3. Sudut pandang orang ketiga, yaitu orang yg dibicarakan. Contohnya seperti ia, dia ( untuk tunggal), seperti mereka (untuk jamak).
  • Amanat
Amanat adalah sebuah pesan alias harapan seorang penulis cerita kepada pembaca agar pembaca mau bertindak alias melakukan sesuatu.
  • Gaya Penceritaan
Gaya penceritaan itu beroleh dilihat dari segi bahasa beserta nada. Dari segi bahasa, kalian bisa mencermati adakah kekhasan dari sebuah cerpen itu dalam pemilihan sebuah gaya bahasa (majas), ungkapan yg digunakan. Jika dari segi nada, kalian beroleh mencermati apakah ada kesan nada yg menimbulkan rasa romantis, simpatik beserta sebagainya dalam cerpen tersebut.

2. Unsur Ekstrinsik Cerpen
  • Latar Belakang Masyarakat
Pengaruh latar belakang masyarakat kepada pembuatan cerpen itu sangatlah berpengaruh, Pemahaman untuk itu bisa berupa antara lain adalah kondisi politik, idiologi negara, kondisi sosialnya, beserta juga kondisi keekonomian masyarakat.
  • Latar Belakang Seorang Pengarang
Latar belakang pengarang itu terdiri dari, biografi pengarang tersebut bagaimana, kondisi psikologis pengarang bagaimana, serta aliran sebuah sastra yg dimiliki penulis sangatlah mempengaruhi terhadap terbentuknya sebuah cerpen.

D. Contoh Cerpen beserta Soal

Bacalah cerpen di bawah ini !

                                       Sebatang  Pohon  Pisang

   Mula-mula, Pak Mangun beserta Pak Banu tak begitu memerhatikan bahwa pohon pisang raja itu tumbuh tepat di perbatasan kebun mereka.Baru ketika pohon itu sudah pernah berbuah,timbullah perselisihan di antara mereka.
“ Pohon pisang itu tumbuh di kebunku,” kata Pak banu.
“ Bagaimana bisa kau mengatakan seperti itu. Lihatlah, bonggolnya saja terletak di kebunku. Jadi, dengan sendirinya pohon ini milikku,” bantah Pak Mangun.
Demikianlah, pertengkaran itu tak kunjung selesai. Sehari, tandan pisang itu menghadap ke rumah Pak Banu. Sehari kemudian, tandan pisang itu sudah pernah berpindah menghadap ke rumah Pak Mangun.Begitu terus setiap hari.
Untunglah pertengkaran mereka hanya sebatas adu mulut. Tak pernah mereka berkelahi sampai adu fisik. Jika mereka bertengkar, tetangga-tetangga selalu berhasil melerai keduanya.Akhirnya, pisang raja itu sudah pernah masak.
Akan tetapi, pisang itu hilang. Pak Banu menuduh Pak mangunlah yg sudah pernah mengambil pisang itu. Sebaliknya Pak Mangun justru menuduh Pak Banulah yg diam-diam sudah pernah mengambil pisang itu. Pertengkaran terjadi lagi. Kali ini, mereka melakukan aksi tutup mulut. Mereka tidak saling tegur sapa.
Hari itu, udara sangat panas. Kebetulan memang sedang musim kemarau. Orang-orang lebih suka duduk-duduk di luar rumah, di bawah pohon yg rindang. Begitu juga halnya dengan Pak Banu.
Siang itu, Pak Banu duduk mencari angin di bawah pohon sawo di samping rumahnya. Tiba-tiba, datanglah  si Tatang,  tetangganya. Si Tatang terkenal sebagai anak yg usil di kampung itu. Si Tatang datang menemui Pak Banu dengan membawa empat sisir pisang raja. Semuanya sudah masak.
“ Pak Banu, ini pisang Bapak yg hilang itu. Sekarang sudah matang. Sayalah yg sudah pernah memeramnya. Ini bagian Pak Banu yg dua sisir,” kata tatang
Pak Banu tertegun melihat perbuatan anak itu.
“ Ini saya masih membawa dua sisir lagi. Ini hendak saya antarkan ke rumah Pak mangun. Pisang ini bagian Pak Mangun,” lanjutnya,” Yang dua sisir lagi saya minta sebagai upah memeramnya.”
Mendengar hal itu, Pak Banu hanya tercengang. Tahulah ia sekarang, siapa yg sudah pernah memngambil pisang raja itu. Akan tetapi, dua sisir pisang yg diberikan oleh Tatang itu diterimanya juga. Sebelum Pak Banu sempat berkata apa-apa, Tatang sudah pernah keluar beserta berjalan menuju rumah Pak mangun.
Sumber : Cermat Berbahasa Indonesia

Latihan Soal

Jawablah pertanyaan di bawah ini :
1.  Sebutkan tokoh-tokoh dalam cerpen di atas !
2.  Tentukan watak masing-masing tokoh dalam cerpen beserta kutiplah bagian cerita yg menunjukkan watak tersebut !
3.   Sebutkan bentuk penceritaan  alias alur cerpen tersebut !
4.   Sebutkan latar tempat beserta waktu dengan cerpen di atas serta kutiplah bagian cerita yg menerangkan latar tersebut !
5.   Sebutkan nilai-nilai yg terkandung dalam cerpen tersebut !
Demikian materi Bahasa Indonesia : Cerpen / Cerita Pendek meliputi Pengertian Cerpen, Ciri-ciri, Unsur intrinsik & ekstrinsik cerpen, beserta contoh cerpen beserta latihan soalnya. Semoga bermanfaat...

No comments:

Post a Comment