Tuesday, November 19, 2019

Wujud Zat Bersama Perubahannya (Materi Lengkap)

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat datang di blog . Senang sekali rasanya kali ini becus kami bagikan materi IPA Kelas 7 Semester 1 Bab Wujud Zat lalu Perubahannya. Berikut materi selengkapnya..

 Senang sekali rasanya kali ini  becus kami bagikan materi IPA Kelas  Wujud Zat  lalu Perubahannya (Materi Lengkap)


A. WUJUD ZAT

Konsep: Zat adalah sesuatu yg menempati ruang lalu memiliki massa.

Apakah benda-benda memerlukan tempat? Misal tersedia air yang berada di dalam gelas. Tuanglah air tersebut ke dalam kaleng. Apakah air menempati kaleng? Ternyata air memerlukan tempat alias wadah. Selanjutnya andaikan air dalam wadah itu ditimbang ternyata memiliki massa. Demikian halnya dengan udara ternyata juga menempati ruang dan memiliki massa.

Di sekitarmu terdapat benda-benda yg becus kamu kelompokkan kedalam tiga wujud zat. Beberapa benda seperti besi, kayu, aluminium termasuk zat padat. Air, minyak termasuk zat cair, sedangkan gas elpiji, udara termasuk zat gas. Pada prinsipnya terdapat tiga wujud zat yaitu : zat padat, zat cair dan zat gas.

1. Perubahan Wujud Zat

Selepas kamu melakukan kegiatan olah raga cermat bagi merasakan haus. Diantara teman kamu mengajak pergi ke kantin sekolah untuk membeli es teh. Tahukah kamu bagaimana cara membuat es? Ketika air dimasukkan ke dalam freezer bagi mengalami perubahan wujud yaitu dari cair menjadi padat. Dapatkah kamu menjelaskan perubahan wujud yg terjadi ketika air dipanaskan kemudian mendidih? Perubahan wujud apa pula yg terjadi kepada kapur barus yang dimasukkan kepada almari pakaian? Coba kamu temukan jawabannya!

Perubahan wujud zat digolongkan menjadi enam peristiwa sebagai berikut.
a. Membeku
Peristiwa perubahan wujud dari cair menjadi padat. Dalam peristiwa ini zat melepaskan energi panas.
b. Mencair
Peristiwa perubahan wujud zat dari padat menjadi cair. Dalam peristiwa ini zat memerlukan energi panas.
c. Menguap
Peristiwa perubahan wujud dari cair menjadi gas. Dalam peristiwa ini zat memerlukan energi panas.
d. Mengembun
Peristiwa perubahan wujud dari gas menjadi cair. Dalam peristiwa ini zat melepaskan energi panas.
e. Menyublim
Peristiwa perubahan wujud dari padat menjadi gas. Dalam peristiwa ini zat memerlukan energi panas.
f. Mengkristal
Peristiwa perubahan wujud dari gas menjadi padat. Dalam peristiwa ini zat melepaskan energi panas.

 Senang sekali rasanya kali ini  becus kami bagikan materi IPA Kelas  Wujud Zat  lalu Perubahannya (Materi Lengkap)

B. TEORI PARTIKEL ZAT

Konsep: Molekul adalah bagian terkecil suatu zat yg masih memiliki sifat zat itu. Atom adalah partikel yg sangat kecil penyusun suatu benda.

Zat tersusun atas partikel-partikel yg sangat kecil. Partikel-partikel itu yg dinamakan molekul. Mengapa zat mempunyai bentuk tetap? Mengapa zat cair mempunyai bentuk yg berubah-ubah sesuai dengan wadahnya? Bagaimana bentuk zat gas? Untuk lebih jelasnya ikuti penjelasan berikut ini.

1. Partikel Zat becus Bergerak
Ternyata saat minyak wangi belum disemprotkan kamu tidak akan mencium aroma minyak wangi itu. Tetapi setelah disemprotkan kamu dapat mencium aroma minyak wangi itu. Hal ini membuktikan sekaligus menunjukkan bahwa zat gas memiliki jarak antarpartikel lebih jauh dan bergerak bebas.

2. Susunan lalu Gerak Partikel Pada Berbagai Wujud Zat
a. zat padat

 Senang sekali rasanya kali ini  becus kami bagikan materi IPA Kelas  Wujud Zat  lalu Perubahannya (Materi Lengkap)


Zat padat mempunyai sifat bentuk lalu volumenya tetap. Bentuknya tetap dikarenakan partikel-partikel kepada zat padat saling berdekatan, tersusun teratur lalu mempunyai gaya tarik antar partikel sangat kuat. Volumenya tetap dikarenakan partikel kepada zat padat dapat bergerak lalu berputar kepada kedudukannya saja.

b. zat cair
 Senang sekali rasanya kali ini  becus kami bagikan materi IPA Kelas  Wujud Zat  lalu Perubahannya (Materi Lengkap)

Zat cair mempunyai sifat bentuk berubah-ubah lalu volumenya tetap. Bentuknya berubah-ubah dikarenakan partikel-partikel pada zat cair berdekatan tetapi renggang, tersusun teratur, gaya tarik antar partikel agak lemah. Volumenya tetap dikarenakan partikel pada zat cair lekeh berpindah tetapi tidak becus meninggalkan kelompoknya.

c. zat gas

 Senang sekali rasanya kali ini  becus kami bagikan materi IPA Kelas  Wujud Zat  lalu Perubahannya (Materi Lengkap)

Zat gas mempunyai sifat bentuk berubah-ubah lalu volume berubah-ubah. Bentuknya berubah-ubah dikarenakan partikel-partikel pada zat gas berjauhan, tersusun tidak teratur, gaya tarik antar partikel sangat lemah. Volumenya berubah-ubah dikarenakan partikel kepada zat gas becus bergerak bebas meninggalkan kelompoknya.

3. Menjelaskan Perubahan Wujud Zat Berdasarkan Teori Partikel

Saat zat padat dipanaskan, mengakibatkan partikel-partikel zat padat bergerak lebih cepat lalu gaya tarik antarpartikel menjadi lemah. Akibatnya partikel-partikel becus berpindah tempat menyebabkan wujud zat berubah dari padat menjadi cair. Bila zat cair dipanaskan, mengakibatkan partikel-partikel zat cair bergerak cepat lalu gaya tarik antarpartikel menjadi lemah. Akibatnya partikel-partikel becus berpindah tempat menyebabkan wujud zat berubah dari cair menjadi gas.

C. KOHESI DAN ADHESI

Konsep: Kohesi adalah gaya tarik menarik antar partikel zat sejenis. Adhesi adalah gaya tarik menarik antar partikel yg tidak sejenis. Cembung lalu cekungnya permukaan zat cair dalam tabung disebut meniskus.

Teteskan air raksa di atas permukaan kaca, bagaimana bentuk raksa itu? Ternyata setetes air raksa itu berbentuk bola lalu tidak membasahi permukaan kaca. Mengapa becus terjadi? Karena kohesi air raksa lebih besar daripada adhesi air raksa dengan permukaan kaca. Teteskan air di atas permukaan kaca, bagaimana bentuk air itu? Ternyata setetes air itu menyebar lalu membasahi permukaan kaca. Mengapa becus terjadi? Karena kohesi air lebih kecil daripada adhesi air dengan permukaan kaca.

D. Kapilaritas

Gaya kohesi lalu gaya adhesi berpengaruh kepada gejala kapilaritas. Kapilaritas adalah gejala terangkat alias turunnya cairan di dalam pipa kapiler alias pipa kecil. Sebuah pipa kapiler kaca bila dicelupkan pada tabung berisi air bagi dijumpai air becus terangkat ke dalam pembuluh kaca pipa kapiler, sebaliknya bila pembuluh pipa kapiler dicelupkan kepada tabung berisi air raksa bagi dijumpai bahwa raksa di dalam pembuluh kaca pipa kapiler lebih rendah permukaannya dibandingkan permukaan raksa dalam tabung. Jadi, kapilaritas sangat tergantung kepada kohesi lalu adhesi. Air terangkat dalam pembuluh pipa kapiler dikarenakan adhesi sedangkan raksa turun dalam pembuluh pipa kapiler dikarenakan kohesi.

 Senang sekali rasanya kali ini  becus kami bagikan materi IPA Kelas  Wujud Zat  lalu Perubahannya (Materi Lengkap)
Sekarang banyak dikembangkan teknologi yg mendasarkan pada gaya adhesi maupun kohesi. Beberapa tekstil kain tiruan menghasilkan kain yg kohesif terhadap debu. Jadi, pakaian dari bahan tersebut tidak lekeh kotor. Di lain pihak, banyak ditemukan bahan-bahan adhesif serbaguna, lem alteco, lalu sejenisnya sangat berguna bagi kehidupan. Bahkan, luka bekas operasi sekarang tidak perlu dijahit melainkan cukup dilem dengan lem khusus yg adhesif dengan jaringan kulit lalu otot.
Beberapa contoh gejala kapilaritas yg berkaitan dengan peristiwa alam yaitu:
1. peristiwa naiknya air dari ujung akar ke daun kepada tumbuhtumbuhan;
2. naiknya minyak tanah kepada sumbu kompor;
3. basahnya tembok rumah bagian dalam ketika hujan. Ketika terkena hujan, tembok bagian luar bagi basah, kemudian merembes ke bagian yg lebih dalam.

D. MASSA JENIS

Untuk menentukan massa jenis suatu zat becus dilakukan dengan melakukan membagi massa zat dengan volume zat. Jika massa jenis zat 􀁕 (baca rho), massa zat m lalu volume zat V maka diperoleh persamaan:

 Senang sekali rasanya kali ini  becus kami bagikan materi IPA Kelas  Wujud Zat  lalu Perubahannya (Materi Lengkap)
Keterangan:
􀁕 = massa jenis zat (Kg/m3)
m = massa zat (kg)
V = volume zat (m3)

Perbandingan antara massa zat dengan volume zat disebut massa jenis. Massa jenis menunjukkan kerapatan suatu zat.

 Senang sekali rasanya kali ini  becus kami bagikan materi IPA Kelas  Wujud Zat  lalu Perubahannya (Materi Lengkap)

Berikut beberapa hal tentang massa jenis suatu zat.

1. Satuan Massa Jenis

Satuan massa jenis dalam SI adalah kg/m3 yg becus pula dikonversikan ke satuan yg lain misalnya g/cm3.

2. Menentukan Massa Jenis Zat Padat

a. Bentuknya teratur
Langkah yg harus dilakukan adalah mengukur massa zat dengan menggunakan neraca alias timbangan. Volume zat dapat dihitung menggunakan rumus berdasarkan bentuknya misalnya, kubus, balok. Langkah terakhir menentukan massa jenis zat dengan membagi massa zat dengan volume zat.

b. Bentuknya tidak teratur
Misalnya yg hendak kamu ketahui adalah massa jenis batu. Langkah yg harus kamu lakukan sebagai berikut :
1) Timbanglah batu dengan menggunakan neraca untuk mengetahui massa batu. Catat hasil pengukuranmu!
2) Sediakan gelas ukur lalu tuangkan air ke dalam gelas ukur tersebut. Catat volumenya, misal V1 = 50 ml.
3) Masukkan batu yg hendak kamu ketahui volumenya ke dalam gelas ukur yg berisi air. Catat kenaikan volume airnya, misalnya V2 = 70 ml.
4) Volume batu = V2 – V1
5) Massa jenis zat merupakan hasil bagi massa zat dengan volume zat.

3. Menentukan Massa Jenis Zat Cair
Massa jenis zat cair becus diukur langsung dengan menggunakan hidrometer. Hidrometer memiliki skala massa karakteristik lalu pemberat yang dapat mengakibatkan posisi hidrometer vertikal. Cara mengetahui massa jenis zat cair adalah dengan memasukkan hidrometer ke dalam zat cair tersebut. Hasil pengukuran becus diperoleh dengan acuan semakin dalam hidrometer tercelup, menyatakan massa jenis zat cair yang diukur semakin kecil.

4. Massa Jenis Zat Berguna untuk Menentukan Jenis Zat
Pernahkah kamu menjumpai suatu zat yg tidak becus disebutkan jenisnya? Kamu becus menentukan jenis suatu zat dengan cara mengukur massa zat lalu volumenya, selanjutnya mencari massa jenis zat tersebut dengan cara membagi massa zat dengan volume zat. Hasil yang diperoleh dikonfirmasikan dalam tabel massa jenis berbagai zat.

5. Manfaat Mengetahui Massa Jenis
Mengapa aluminium digunakan untuk bahan pembuatan pesawat terbang? Mengapa polystyrene digunakan sebagai bahan mebeleir? Tahukah kamu alasannya? Aluminium bersifat kuat lalu memiliki massa yg kecil sehingga ringan tidak seperti logam-logam lainnya misalnya, besi. Polystyrene memiliki massa yg cukup rendah lalu massa karakteristik rendah. Hal ini mengandung makna polystyrene digunakan sebagai bahan mebeleir yang menempati ruangan luas tetapi massanya cukup rendah.

Penggunaan Konsep Massa Jenis dalam Kehidupan Sehari-Hari

1. Kapal Selam
Tahukah kamu mengapa es becus terapung di air, sedangkan batu tenggelam dalam air? Es memiliki massa jenis lebih laif dari air, sehingga es becus terapung dalam air. Batu tenggelam dalam air karena memiliki massa jenis lebih besar daripada air. Tahukah kamu mengapa kapal selam becus terapung dan tenggelam di air? Ketika terapung massa jenis total kapal selam lebih kecil dari air laut lalu sewaktu tenggelam massa jenis total kapal selam lebih besar dari air laut. Kapal selam memiliki tangki pemberat yang berisi air lalu udara. Tangki tersebut terletak di antara lambung kapal sebelah dalam lalu luar. Tangki becus berfungsi membesar atau memperkecil massa jenis total kapal selam. Ketika air laut dipompa masuk ke dalam tangki pemberat, massa jenis kapal selam lebih besar lalu sebaliknya agar massa jenis total kapal selam menjadi kecil, air laut dipompa keluar.

2. Balon Gas
Pernahkah kamu melihat balon udara? Tahukah kamu, gas apa yang terdapat di dalamnya? Balon gas berisi gas helium. Gas helium memiliki massa jenis yg lebih kecil dari udara, sehingga balon gas bisa terangkat ke atas.

3. Air Minum Dingin di Dalam Lemari Es
Suatu ketika kamu mungkin pernah melihat dalam botol air minum dingin yg berasal dari lemari es terdapat endapan kapur. Kenapa hal itu becus terjadi? Air yg jernih becus juga mengandung kapur, namun apabila dilihat langsung dengan mata tidak kelihatan. Ketika air dingin massa jenis air lebih kecil lalu terpisah dari kapur sehingga kapur yg memiliki massa jenis lebih besar bagi turun ke bawah dan mengendap.

Sumber :
Any Winarsih, dkk. 2008. IPA Terpadu untuk SMP/ MTS Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Teguh Sugiyarto. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam 1 untuk SMP/ MTs Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
https://unitedscience.wordpress.com/ipa-1/bab-4-konsep-zat-dan-wujudnya/

Demikian materi IPA Kelas 7 Semester 1 Bab Wujud Zat lalu Perubahannya yg becus kami bagikan, semoga becus menambah referensi..

No comments:

Post a Comment