Showing posts sorted by date for query kerajaan-sriwijaya-artikel-lengkap. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query kerajaan-sriwijaya-artikel-lengkap. Sort by relevance Show all posts

Saturday, January 11, 2020

Sejarah Kerajaan Sriwijaya (Artikel Lengkap)

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat datang di blog meriang . Senang sekali rasanya kali ini becus kami bagikan artikel lengkap tentang Kerajaan Sriwijaya, meliputi Sejarah, Kehidupan Politik, Wilayah Kekuasaan, Hubungan dengan Luar Negeri, Kehidupan Ekonomi, Kehidupan Agama, Masa Kejayaan lagi Keruntuhan Kerajaan Sriwijaya, serta Penginggalan Kerajaan Sriwijaya. Berikut artikel selengkapnya.

KERAJAAN SRIWIJAYA


meriang

SEJARAH KERAJAAN SRIWIJAYA


Sejarah Sriwijaya baru meriang jadi dengan permulaan abad ke-20 M, ketika George Coedes menulis karangannya berjudul Le Royaume de Crivijaya dengan tahun 1918 M. Sebenarnya, lima tahun sebelum itu, yaitu dengan tahun 1913 M, Kern sudah pernah menerbitkan Prasasti Kota Kapur, sebuah prasasti peninggalan Sriwijaya yg ditemukan di Pulau Bangka. Namun, saat itu, Kern masih menganggap nama Sriwijaya yg tercantum dengan prasasti tersebut sebagai nama seorang raja, karena Cri biasanya digunakan sebagai sebutan ataupun gelar raja.

Pada tahun 1896 M, sarjana Jepang Takakusu menerjemahkan karya I-tsing, Nan-hai-chi-kuei-nai fa-ch‘uan ke dalam bahasa Inggris dengan judul A Record of the Budhist Religion as Practised in India and the Malay Archipelago. Namun, dalam buku tersebut tidak terdapat nama Sriwijaya, yg ada hanya Shih-li-fo-shih. Dari terjemahan prasasti Kota Kapur yg memuat nama Sriwijaya lagi karya I-Tsing yg memuat nama Shih-li-fo-shih, Coedes kemudian menetapkan bahwa, Sriwijaya adalah nama sebuah kerajaan di Sumatera Selatan.

Lebih lanjut, Coedes juga menetapkan bahwa, letak ibukota Sriwijaya adalah Palembang, dengan bersandar dengan anggapan Groeneveldt dalam karangannya, Notes on the Malay Archipelago and Malacca, Compiled from Chinese Source, yg menyatakan bahwa, San-fo-ts‘I adalah Palembang. Sumber lain, yaitu Beal mengemukakan pendapatnya dengan tahun 1886 bahwa, Shih-li-fo-shih merupakan suatu daerah yg terletak di tepi Sungai Musi, dekat kota Palembang sekarang. Dari pendapat ini, kemudian meriang mencuat suatu kecenderungan di kalangan sejarawan untuk menganggap Palembang sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya.

Sumber lain yg mendukung keberadaan Palembang sebagai pusat kerajaan adalah prasasti Telaga Batu. Prasasti ini berbentuk batu lempeng mendekati segi lima, di atasnya ada tujuh kepala ular kobra, dengan sebentuk mangkuk kecil dengan cerat (mulut kecil tempat keluar air) di bawahnya. Menurut para arkeolog, prasasti ini digunakan untuk pelaksanaan upacara sumpah kesetiaan lagi kepatuhan para calon pejabat. Dalam prosesi itu, pejabat yg disumpah meminum air yg dialirkan ke batu lagi keluar melalui cerat tersebut. Sebagai sarana untuk upacara persumpahan, prasasti seperti itu biasanya ditempatkan di pusat kerajaan. Karena ditemukan di sekitar Palembang dengan tahun 1918M, maka diduga kuat Palembang merupakan pusat Kerajaan Sriwijaya.

Petunjuk lain yg menyatakan bahwa Palembang merupakan pusat kerajaan juga diperoleh dari hasil temuan barang-barang keramik lagi tembikar di situs Talang Kikim, Tanjung Rawa, Bukit Siguntang lagi Kambang Unglen, semuanya di daerah Palembang. Keramik lagi tembikar tersebut merupakan alat yg digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menunjukkan bahwa, dengan masa dulu, di Palembang terdapat pemukiman kuno. Dugaan ini semakin kuat dengan hasil interpretasi foto udara di daerah sebelah barat Kota Palembang, yg menggambarkan bentuk-bentuk kolam lagi kanal. Kolam lagi kanal-kanal yg bentuknya teratur itu kemungkinan besar buatan manusia, bukan hasil dari proses alami. Dari hasil temuan keramik lagi kanal-kanal ini, maka dugaan para arkeolog bahwa Palembang merupakan pusat kerajaan semakin kuat.

Sebagai pusat kerajaan, kondisi Palembang ketika itu bersifat mendesa (rural), tidak seperti pusat-pusat kerajaan lain yg ditemukan di wilayah Asia Tenggara daratan, seperti di Thailand, Kamboja, lagi Myanmar. Bahan utama yg dipakai untuk membuat bangunan di pusat kota Sriwijaya adalah kayu ataupun bambu yg meriang encer didapatkan di sekitarnya. Oleh karena bahan itu meriang encer rusak termakan zaman, maka tidak ada sisa bangunan yg becus ditemukan lagi. Kalaupun ada, sisa pemukiman dengan konstruksi kayu tersebut hanya becus ditemukan di daerah rawa ataupun tepian sungai yg terendam air, bukan di pusat kota, seperti di situs Ujung Plancu, Kabupaten Batanghari, Jambi. Memang ada bangunan yg dibuat dari bahan bata ataupun batu, tapi hanya bangunan sakral (keagamaan), seperti yg ditemukan di Palembang, di situs Gedingsuro, Candi Angsoka, lagi Bukit Siguntang, yg terbuat dari bata. Sayang sekali, sisa bangunan yg ditemukan tersebut hanya bagian pondasinya saja.

Dalam prasasti Talang Tuo yg bertarikh 684 M, disebutkan mengenai pembangunan taman oleh Dapunta Hyang Sri Jayanasa untuk semua makhluk, yg diberi nama Sriksetra. Dalam taman tersebut, terdapat pohon-pohon yg buahnya becus dimakan. Data tersebut semakin lengkap dengan adanya berita Cina lagi Arab. Sumber Cina yg paling sering dikutip adalah catatan I-tsing.

Ia merupakan seorang peziarah Budha dari China yg sudah pernah mengunjungi Sriwijaya beberapa kali lagi sempat bermukim beberapa lama. Kunjungan I-sting pertama adalah tahun 671 M. Dalam catatannya disebutkan bahwa, saat itu terdapat lebih dari seribu orang pendeta Budha di Sriwijaya. Aturan lagi upacara para pendeta Budha tersebut sama dengan aturan lagi upacara yg dilakukan oleh para pendeta Budha di India. I-tsing tinggal selama 6 bulan di Sriwijaya untuk belajar bahasa Sansekerta, setelah itu, baru ia berangkat ke Nalanda, India. Setelah lama belajar di Nalanda, I-tsing kembali ke Sriwijaya dengan tahun 685 lagi tinggal selama beberapa tahun untuk menerjemahkan teks-teks Budha dari bahasa Sansekerta ke bahasa Cina. Catatan Cina yg lain menyebutkan tentang utusan Sriwijaya yg datang secara rutin ke Cina, yg terakhir adalah tahun 988 M.

Dalam sumber lain, yaitu catatan Arab, Sriwijaya disebut Sribuza. Mas‘udi, seorang sejarawan Arab klasik menulis catatan tentang Sriwijaya dengan tahun 955 M. Dalam catatan itu, digambarkan Sriwijaya merupakan sebuah kerajaan besar, dengan tentara yg sangat banyak. Hasil bumi Sriwijaya adalah kapur barus, kayu gaharu, cengkeh, kayu cendana, pala, kardamunggu, gambir lagi beberapa hasil bumi lainya.

Dari catatan asing tersebut, bisa diketahui bahwa Sriwijaya merupakan kerajaan besar dengan masanya, dengan wilayah lagi relasi dagang yg luas sampai ke Madagaskar. Sejumlah bukti lain berupa arca, stupika, maupun prasasti lainnya semakin menegaskan bahwa, dengan masanya Sriwijaya adalah kerajaan yg mempunyai komunikasi yg baik dengan para saudagar lagi pendeta di Cina, India lagi Arab. Hal ini hanya mungkin bisa dilakukan oleh sebuah kerajaan yg besar, berpengaruh, lagi diperhitungkan di kawasannya.

meriang
KEHIDUPAN POLITIK

Kehidupan politik kerajaan Sriwijaya becus ditinjau dari raja-raja yg memerintah, wilayah kekuasaan, lagi hubungannya dengan pihak luar negeri.

Salah satu cara untuk memperluas pengaruh kerajaan adalah dengan melakukan perkawinan dengan kerajaan lain. Hal ini juga dilakukan oleh penguasa Sriwijaya. Dapunta Hyang yg berkuasa sejak 664 M, melakukan pernikahan dengan Sobakancana, putri kedua raja Kerajaan Tarumanegara, Linggawarman. Perkawinan ini melahirkan seorang putra yg menjadi raja Sriwijaya berikutnya: Dharma Setu. Dharma Setu kemudian memiliki putri yg bernama Dewi Tara. Putri ini kemudian ia nikahkan dengan Samaratungga, raja Kerajaan Mataram Kuno dari Dinasti Syailendra. Dari pernikahan Dewi Setu dengan Samaratungga, kemudian meriang jadi Bala Putra Dewa yg menjadi raja di Sriwijaya dari 833 hingga 856 M. Berikut ini daftar silsilah para raja Sriwijaya:

Dapunta Hyang Sri Jayanasa (Prasasti Kedukan Bukit 683, Talang Tuo, 684).
1. Cri Indrawarman (berita Cina, tahun 724).
2. Rudrawikrama (berita Cina, tahun 728, 742).
3. Wishnu (prasasti Ligor, 775).
4. Maharaja (berita Arab, tahun 851).
5. Balaputradewa (prasasti Nalanda, 860).
6. Cri Udayadityawarman (berita Cina, tahun 960).
7. Cri Udayaditya (berita Cina, tahun 962).
8. Cri Cudamaniwarmadewa (berita Cina, tahun 1003, prasasti Leiden, 1044).
9. Maraviyayatunggawarman (prasasti Leiden, 1044).
10. Cri Sanggaramawijayatunggawarman (prasasti Chola, 1044).


WILAYAH KEKUASAAN

Setelah berhasil menguasai Palembang, ibukota  Kerajaan Sriwijaya dipindahakan dari Muara Takus ke Palembang. Dari Palembang, Kerajaan Sriwijaya dengan meriang encer becus menguasai daerah-daerah di sekitarnya seperti Pulau Bangka yg terletak di pertemuan jalan perdagangan internasional, Jambi Hulu yg terletak di tepi Sungai Batanghari lagi mungkin juga Jawa Barat (Tarumanegara). Maka dalam abad ke-7 M, Kerajaan Sriwijaya sudah pernah berhasil menguasai kunci-kunci jalan perdagangan yg penting seperti Selat Sunda, Selat Bangka, Selat Malaka, lagi Laut Jawa bagian barat. Pada abad ke-8 M, perluasan Kerajaan Sriwijaya ditujukan ke arah utara, yaitu menduduki Semenanjung Malaya lagi Tanah Genting Kra. Pendudukan dengan daerah Semenanjung Malaya memiliki tujuan untuk menguasai daerah penghasil lada lagi timah. Sedangkan pendudukan dengan daerah Tanah Genting Kra memiliki tujuan untuk menguasai lintas jalur perdagangan antara Cina lagi India. Tanah Genting Kra sering dipergunakan oleh para pedagang untuk menyeberang dari perairan Lautan Hindia ke Laut Cina Selatan, untuk menghindari persinggahan di pusat Kerajaan Sriwijaya. Daerah lain yg menjadi kekuasaan Sriwijaya diantaranyaTulang-Bawang yg terletak di daerah Lampung lagi daerah Kedah yg terletak di pantai barat Semenanjung Melayu untuk mengembangkan usaha perdagagan dengan India. Selain itu, diketahui pula berdasar berita dari China, Sriwijaya menggusur kerajaan Kaling agar becus mengusai pantai utara Jawa sebab adalah jalur perdagangan yg penting.

Pada akhir abad ke-8 M, Kerajaan Sriwijaya telah berhasil menguasai seluruh jalur perdagangan di Asia Tenggara, baik yg melalui Selat Malaka, Selat Karimata, lagi Tanah Genting Kra. Dengan kekuasaan wilayah itu, Kerajaan Sriwijaya menjadi kerajaan laut terbesar di seluruh Asia Tenggara.

HUBUNGAN DENGAN LUAR NEGERI
 Kerajaan Sriwijaya menjalin hubungan baik dengan kerajaan-kerajaan di luar wilayah Indonesia, terutama dengan kerajaan-kerajaan yg berada di India, seperti Kerajaan Pala/Nalanda di Benggala. Raja Nalanda, Dewapala Dewa menghadiahi sebidang tanah untuk pembuatan asrama bagi pelajar dari nusantara yg ingin menjadi ‘dharma’ yg dibiayai oleh Balaputradewa.

Kehidupan Sosial Kerajaan Sriwijaya Karena letaknya yg strategis, perkembangan perdagangan internasional di Sriwijaya sangat baik. Dengan banyaknya pedagang yg singgah di Sriwijaya memungkinkan masyarakatnya berkomunikasi dengan mereka, sehingga becus mengembangkan kemampuan berkomunikasi masyarakat Sriwijaya. Kemungkinan bahasa Melayu Kuno sudah pernah digunakan sebagai bahasa pengantar terutama dengan para pedagang dari Jawa Barat, Bangka, Jambi lagi Semenanjung Malaysia.Perdagangan internasional ini juga membuat kecenderungan masyarakat menjadi terbuka bakal berbagai pengaruh lagi budaya asing, salah satunya India. Budaya India yg masuk berupa penggunaan nama-nama khas India, adat istiadat, lagi juga agama Hindu-Buddha. I-tsing menerangkan bahwa banyak pendeta yg datang ke Sriwijaya untuk belajar bahasa Sanskerta lagi menyalin kitab kitab suci agama Buddha. Guru besar yg sangat terkenal di massa itu adalah Sakyakirti yg mengarang buku Hastadandasastra.

KEHIDUPAN EKONOMI
Pada awalnya kehidupan ekonomi masyarakat Sriwijaya bertumpu dengan bidang pertanian. Namun dikarenakan letaknya yg strategis, yaitu di persimpangan jalur perdagangan internasional, membuat hasil bumi menjadi modal utama untuk memulai kegiatan perdagangan lagi pelayaran. Karena letak yg strategis pula, para pedagang China yg bakal ke India bongkarmuat di Sriwijaya, lagi begitu juga dengan pedagang India yg bakal ke China. Dengan demikian pelabuhan Sriwijaya semakin ramai hingga Sriwijaya menjadi pusat perdagangan se-Asia Tenggara. Perairan di Laut Natuna, Selat Malaka, Selat Sunda, lagi Laut Jawa berada di bawah kekuasaan Sriwijaya. Kerajaan Sriwijaya mempunyai hubungan perdagangan yg sangat baik dengan saudagar dari Cina, India, Arab lagi Madagaskar. Hal itu bisa dipastikan dari temuan mata uang Cina, mulai dari periode Dinasti Song (960-1279 M) sampai Dinasti Ming (abad 14-17 M). Berkaitan dengan komoditas yg diperdagangkan, berita Arab dari Ibn al-Fakih (902 M), Abu Zayd (916 M) lagi Mas‘udi (955 M) menyebutkan beberapa di antaranya, yaitu cengkeh, pala, kapulaga, lada, pinang, kayu gaharu, kayu cendana, kapur barus, gading, timah, emas, perak, kayu hitam, kayu sapan, rempah-rempah, lagi penyu. Barang-barang ini dibeli oleh pedagang asing, ataupun dibarter dengan porselen, kain katun lagi kain sutra.

KEHIDUPAN AGAMA
Kerajaan Sriwijaya Kehidupan agama masyarakat Sriwijaya dipengaruhi oleh datangnya pedagang India. Pertama adalah agama Hindu, lalu agama Buddha. Agama Buddha dikenalkan di Sriwijaya dengan tahun 425 Masehi. I Tsing melaporkan bahwa Sriwijaya menjadi rumah bagi sarjana Buddha sehingga menjadi pusat pembelajaran agama Buddha, khususnya aliran Mahayana.Selain itu ajaran Buddha aliran Buddha Hinayana juga turut berkembang di Sriwijaya. Nama Dharmapala lagi Sakyakirti pun tidak asing lagi. Dharmapala adalah seorang guru besar agama Budha dari Kerajaan Sriwijaya. Dia pernah mengajar agama Budha di Perguruan Tinggi Nalanda (Benggala). Sedangkan Sakyakirti adalah guru besar juga. Dia mengarang buku Hastadandasastra. Sangat dimungkinkan bahwa Sriwijaya yg termahsyur sebagai bandar pusat perdagangan di Asia Tenggara, tentunya menarik minat para pedagang lagi ulama muslim dari Timur Tengah. Sehingga beberapa kerajaan yg semula adalah bagian dari Sriwijaya, lalu tumbuh menjadi cikal-bakal kerajaan-kerajaan Islam di Sumatera kelak, disaat melemahnya pengaruh Sriwijaya. 


MASA KEJAYAAN KERAJAAN SRIWIJAYA

Pada paruh pertama abad ke-10 diantara kejatuhan dinasti Tang lagi meriang bertambah dinasti Song perdagangan dgn luar negeri cukup marak terutama Fujian kerajaan Min lagi negeri kaya Guangdong kerajaan Nan Han. Tak diragukan lagi Sriwijaya mendapatkan keuntungan dari perdagangan ini. Pada tahun 903 penulis Muslim Ibnu Batutah sangat terkesan dgn kemakmuran Sriwijaya. Daerah urban kerajaan meliputi Palembang (khusus Bukit Seguntang) Muara Jambi lagi Kedah. Di tahun 902 Sriwijaya mengirimkan upeti ke China. Dua tahun kemudian raja terakhir dinasti Tang menganugerahkan gelar kepada utusan Sriwijaya. Dari literatur Tiongkok utusan itu mempunyai nama Arab hal ini memberikan informasi bahwa dengan masa-masa itu Sriwijaya sudah berhubungan dgn Arab yg memungkinkan Sriwijaya sudah masuk pengaruh Islam di dalam kerajaan.

KERUNTUHAN KERAJAAN SRIWIJAYA

Rajendra Coladewa dengan tahun 1025 raja Chola dari Koromandel India selatan menaklukkan Kedah lagi merampas dari Sriwijaya. Kemudian Kerajaan Chola meneruskan penyerangan lagi berhasil penaklukan Sriwijaya selama beberapa dekade berikut keseluruh imperium Sriwijaya berada dalam pengaruh Rajendra Coladewa. Meskipun demikian Rajendra Coladewa tetap memberikan peluang kepada raja-raja yg ditaklukan utk tetap berkuasa selama tetap tunduk kepadanya. Setelah invasi tersebut akhir mengakibatkan melemah hegemoni Sriwijaya lagi kemudian beberapa daerah bawahan membentuk kerajaan sendiri lagi kemudian meriang mencuat Kerajaan Dharmasraya sebagai kekuatan baru lagi kemudian mencaplok kawasan semenanjung malaya lagi sumatera termasuk Sriwijaya itu sendiri.

Baca pula : 22 Nama Kerajaan di Indonesia lagi Sejarahnya

PENINGGALAN KERAJAAN SRIWIJAYA


1.    Prasarti Ligor
2.    Prasasti Palas Pasemah


3.    Prasasti Leiden
4.    Prasasti Kota Kapur
5.    Prasasti Kedukan Bukit

6.    Prasasti Hujung Langit
7.    Prasasti Talang Tuo
8.    Prasasti Telaga Batu
9.    Prasasti Karang Birahi
 Senang sekali rasanya kali ini  becus kami bagikan artikel lengkap tentang  meriang Sejarah Kerajaan Sriwijaya (Artikel Lengkap)


Demikian artikel lengkap tentang Kerajaan Sriwijaya, meliputi Sejarah, Kehidupan Politik, Wilayah Kekuasaan, Hubungan dengan Luar Negeri, Kehidupan Ekonomi, Kehidupan Agama, Masa Kejayaan lagi Keruntuhan Kerajaan Sriwijaya, serta Penginggalan Kerajaan Sriwijaya yg becus kami bagikan. Semoga bermanfaat..

Thursday, January 9, 2020

22 Nama Kerajaan Di Indonesia Lengkap Beserta Sejarah Bersama Raja

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat datang di blog kering . Senang sekali rasanya kali ini bisa kami bagikan artikel tentang Daftar Nama Kerajaan di Indonesia yg pernah ada, meliputi kerajaan Hindu, Kerajaan Budha lagi Kerajaan Islam.

Daftar Nama Kerajaan di Indonesia 



Kerajaan di Indonesia yg pertama kering berkembang di Indonesia yaitu kerajaan Hindu lagi Buddha sedangkan sistem kering perekonomian yg di gunakan dengan waktu itu adalah perdagangan, kering sehingga hubungan dengan negara-negara tetangga maupun yg lebih jauh kering seperti India, China lagi wilayah Timur Tengah pun bisa terjalin. Pada kering zaman kerajaan berkembang Agama Hindu lah yg pertama masuk ke kering Indonesia dengan diperkirakan dengan awal Tarikh Masehi lagi terus kering berkembang sampai kerajaan-kerajaan Islam bermunculan. Berikut daftar kering kerajaan di Indonesia.  

 Senang sekali rasanya kali ini  bisa kami bagikan artikel tentang Daftar Nama Kerajaan di 22 Nama Kerajaan di Indonesia Lengkap beserta Sejarah  lagi Raja

1. Kerajaan Kutai 


Kerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia, kerajaan kering ini didirikan dengan tahun 400 M, di tepi sungai Mahakam, Kalimantan kering Timur. Nama Kutai diberikan oleh para ahli mengambil dari nama tempat kering ditemukannya prasasti yg menunjukkan eksistensi kerajaan tersebut. kering Tidak ada prasasti yg secara jelas menyebutkan nama kerajaan ini lagi kering memang sangat sedikit informasi yg bisa diperoleh.

Informasi yg ada diperoleh dari Yupa / prasasti dalam upacara kering pengorbanan yg berasal dari abad ke-4. Ada tujuh buah yupa yg kering menjadi sumber utama bagi para ahli dalam menginterpretasikan sejarah kering Kerajaan Kutai. Yupa adalah tugu batu yg berfungsi sebagai tugu kering peringatan yg dibuat oleh para brahman atas kedermawanan raja kering Mulawarman. Dalam agama hindu sapi tidak disembelih seperti kurban yg kering dilakukan umat islam. Dari salah satu yupa tersebut diketahui bahwa raja kering yg memerintah kerajaan Kutai saat itu adalah Mulawarman. Namanya kering dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20.000 kering akhir sapi kering kepada kaum brahmana.

Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yg bernama Maharaja Dharma kering Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji kering Pangeran Anum Panji Mendapa. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai kering Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yg saat itu kering ibukota di Kutai Lama (Tanjung Kute).

2. Kerajaan Tarumanegara 


Kerajaan Tarumanegara merupakan kerajaan Hindu, didirikan dengan tahun 450 kering M, di Jawa Barat. Kata tarumanagara berasal dari kata taruma lagi kering nagara. Nagara artinya kerajaan ataupun negara sedangkan taruma berasal kering dari kata tarum yg merupakan nama sungai yg membelah Jawa Barat kering yaitu Citarum. Pada muara Citarum ditemukan percandian yg luas yaitu kering Percandian Batujaya lagi Percandian Cibuaya yg diduga merupakan kering peradaban peninggalan Kerajaan Tarumanegara. Raja yg memerintah yakni kering Pernawarman.

3. Kerajaan Kalingga


Kerajaan Kaling didirikan dengan tahun 674 di Jepara, Jawa Tengah. Kalingga atau Ho-ling (sebutan dari sumber Tiongkok) adalah sebuah kering kerajaan bercorak Hindu yg kering terlihat; berbentuk di Jawa Tengah sekitar abad ke-6 kering masehi. Letak pusat kerajaan ini belumlah jelas, kemungkinan berada di kering suatu tempat antara Kabupaten Pekalongan lagi Kabupaten Jepara sekarang. kering Sumber sejarah kerajaan ini masih belum jelas lagi kabur, kebanyakan kering diperoleh dari sumber catatan China, tradisi kisah setempat, lagi naskah kering Carita Parahyangan yg disusun berabad-abad kemudian dengan abad ke-16 kering menyinggung secara singkat mengenai Ratu Shima lagi kaitannya dengan kering Kerajaan Galuh. Kalingga agak ada dengan abad ke-6 Masehi lagi kering keberadaannya diketahui dari sumber-sumber Tiongkok. Kerajaan ini pernah kering diperintah oleh Ratu Shima, yg dikenal memiliki peraturan barang kering siapa yg mencuri, hendak dipotong tangannya. Raja yg memerintah yakni kering Ratu Sima. Pendeta yg terkenal yakni Jhanabhadra. 

4. Kerajaan Sriwijaya 


Adalah salah satu kemaharajaan bahari yg pernah berdiri di pulau kering Sumatera lagi banyak memberi pengaruh di Nusantara dengan daerah kering kekuasaan berdasarkan peta membentang dari Kamboja, Thailand Selatan, kering Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa Barat lagi kemungkinan Jawa Tengah. kering Dalam bahasa Sanskerta, sri berarti "bercahaya" ataupun "gemilang", lagi kering wijaya berarti "kemenangan" ataupun "kejayaan", maka nama Sriwijaya kering bermakna "kemenangan yg gilang-gemilang". Bukti awal mengenai kering keberadaan kerajaan ini berasal dari abad ke-7; seorang pendeta kering Tiongkok, I Tsing, menulis bahwa ia mengunjungi Sriwijaya tahun 671 lagi kering tinggal selama 6 bulan. Selanjutnya prasasti yg paling tua mengenai Sriwijaya juga berada dengan abad ke-7, yaitu prasasti Kedukan Bukit di kering Palembang, bertarikh 682. Kemunduran pengaruh Sriwijaya terhadap daerah kering bawahannya mulai menyusut dikarenakan beberapa peperangan di antaranya kering tahun 1025 serangan Rajendra Chola I dari Koromandel, India lagi Serangan kering dari Raja Kertanegara dari Singasari, selanjutnya tahun 1183 kekuasaan kering Sriwijaya di bawah kendali kerajaan Dharmasraya.

Setelah jatuh, kerajaan ini terlupakan lagi keberadaannya baru diketahui kering kembali lewat publikasi tahun 1918 dari sejarawan Perancis George Cœdès kering dari École française d'Extrême-Orient.
Raja-raja yg memerintah ialah: 
  • Sri Jayanaga
  • Balaputradewa
  • Sri Sangrawijayatunggawarman. 
  • Guru agama Buddha yg terkenal yakni Sakyakirti

5. Kerajaan Melayu 


Kerajaan Melayu berdiri hampir bersamaan dengan Kerajaan Sriwijaya, kering tetapi dengan tahun 692 kerajaan ini agak dikuasai Sriwijaya.

Raja-raja Kerajaan Melayu
  • Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa (1183). Sumber: Prasasti Grahi tahun 1183 di selatan Thailand, perintah kepada bupati Grahi yg bernama Mahasenapati Galanai supaya membuat arca Buddha seberat 1 bhara 2 tula dengan nilai emas 10 tamlin. Ibukota: Dharmasraya.
  • Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa. (1286). Prasasti Padang Roco tahun 1286 di Siguntur, pengiriman Arca Amonghapasa sebagai hadiah Raja Singhasari kepada Raja Dharmasraya. Ibukota: Dharmasraya.
  • Akarendrawarman. (1300). Sumber: Prasasti Suruaso. Ibukota: dharmasraya ataupun Suruaso.
  • Srimat Sri Udayadityawarman Pratapaparakrama Rajendra Maulimali Warmadewa. (1347). Sumber: Arca Amoghapasa. Ibukota: Suruaso ataupun Pagarruyung.
  • Ananggawarman. (1375). Sumber: Prasasti Pagaruyung. Ibukota: Pagaruyung.

6. Kerajaan Mataram Hindu 


Kerajaan Mataram Hindu berdiri di Jawa Tengah dengan ibukota Medang Kamulan. 
Raja-raja yg memerintah yakni : 
  • Sanna 
  • Sanjaya yg bergelar Rakai Mataram Ratu Sanjaya
  • Rakai Panangkaran, yg bergelar Syailendra Sri Mahraja Dyah Pancapana Rakai Panangkarana 
Setelah memerintah Rakai Panangkaran, Mataram pecah menjadi dua. Sebagai kering pemeluk agama Buddha, sebagai pemeluk agama Hindu. Syailendra Buddha kering berkuasa di Jawa Tengah Selatan, Syailendara Hindu berkuasa di sekitar kering pegunungan Dieng. Pada masa pemerintahan Rakai Pikatan, Mataram kering disatukan kembali 
Raja-raja yg selanjutnya yakni : 
  • Belitung yg bergelar Rakai Watukara
  • Daksa
  • Tulodong
  • Wawa
  • Mpu Sendok. 

7. Kerajaan Wangsa Isyana 


Mpu Sendok memindahkan pusat pemerintahan Syailendra Ke Jawa Timur dengan kering tahun 929, kemudian membentuk wangsa baru, yaitu Wangsa Isyana.
Raja-raja yg memerintah : 
  • Mpu Sendok, bergelar Maharaja Rake Hino Sri Isyana Wikramadharmotunggadewa
  • Sri Isyanatunggawijaya 
  • Makutawangsawardhana
  • Darmawangsa, bergelar Sri Darmawangsa Teguh Anantawikramatunggadewa
  • Airlangga, bergelar Sri Maharaja Rake Halu Sri Lokeswara Dharmawangsa Airlangga Anantawikramatunggadewa. 
Tahun 1401 kerajaan kahuripan di bagi menjadi dua 2 (tugas pembagian di serahkan kepada Mpu Bharada), yaitu : 
  1. Janggala ataupun Singasari, dengan ibukota Kahuripan
  2. Panjalu ataupun Kediri, dengan ibukota di Daha. 

8. Kerajaan Kediri 


Kerajaan Janggala di perintah oleh Raja Mapanji Garakasan. Kerajaan Kediri di perintah oleh raja Sri Samarawijaya. Perebut kekuasaan antara kering jenggala lagi kediri berlangsung sampai tahun1520. Selanjutnya selama kering kurang lebih setengah abad ke dua kerajaan tersebut tidak disebut-sebut kering lagi dalam sejarah. Tahun 117 kerajaan ini tampil lagi dengan rajanya : *
  • Sri Maharaja Rakai Sirikan Sri Kameswara
  • Jaya baya, bergelar Sri Maharaja Sang Mapanji jaya Jayabaya Pada kering masa itu, kitab Baharata Yudha di gubah oleh Mpu sedihdan di lanjutkan kering Mpu Panuluh (Mpu Sedah meninggalkan sebelum kitabnya selesai)
  • Mpu Penuluh juga menulis buku Hariwangsa lagi Gatutkacasraya
  • Sri Aryeswara
  • Kameswara, bergelar Sri Maharaja Sri Kameswara Triwikramawarata. 
Pujangga yg terkenal dengan masa itu adalah 
  • Mpu Tanakung, karyanya Werasancaya lagi Lubdaka
  • Mpu Darmaja, karyanya Smaradhahana. 
Kerajaan Kediri runtuh dengan tahun 1222, karena ditaklukkan oleh Ken Arok.

9. Kerajaan Bali 


A. Raja-raja Wangsa Warmadewa Salah satu wangsa terkenal yg memerintah kering di Bali yakni Wangsa Warmadewa. Raja yg terkenal yakni : 
  • Tri Candrabhaysingka Warmadewa
  • Udayana, bergelar Dhamodayana Warmadewa. Udayana, berputra tiga kering orang yaitu : Airlangga, yg menjadi menantu Raja Dharmawangsa, lagi kering kemudian menjadi raja Kahuripan (kerajaan wangsa Isyana). Marataka, yg kering menggantikan Udayana (tetapi tidak terkenal). Anak Wungsu, yg kering menggantikan tahta Marataka tahun 1049
  • Dari pemerintahan Anak Wungsu di tinggalkan 28 buah prasasti kering Singkat, yg antara lain di temukan di goa Gajah, Gunung Kawi (Tampak kering Siring), Gunung Panulisan, lagi Sangit. 
B. Raja-Raja Lain di Bali Sesudah pemerintahan wangsa Warmadewa, Pulau kering Bali di perintah oleh raja-raja lain yg berganti-ganti, lagi yg kering terkenal di antaranya : 
  1. Jayasakti, mempunyai kitab undang-undang yaitu uttara Widhi Balawan lagi Rajawacana (1133 – 1150)
  2. Jayapangus, menggunakan kitab undang-undang Manawasasa nadharma (117 – 1181).
Tahun 1284 Kerajaan Bali di taklukan oleh Kertanegara dari Singa-sari.

10. Kerajaan Singasari 


Riwayat lagi pemerintahan Ken Arok serta raja-raja Singasari terdapat kering dalam buku Pararaton lagi negara kertagama. Raja-raja yg memerintah kering yakni : 
  1. Ken Arok. Ken Arok menjadi raja Singasari setelah membunuh Tumapel kering Tunggul Ametung lagi menaklukkan Kerajaan Kediri tahun 1222 di Ganter. kering Ken Arok sebagai pendiri lagi raja pertama di Singasari yg bergelar Sri kering Ranggah Rajasa Sang Amurwabhumi, kemudian keturunannya terkenal dengan kering sebutan wangsa Rajasa. 
  2. Anusapati (anak Tunggul Ametung - Ken Dedes). Anusapati menjadi raja kering Setelah membunuh Ken Arok (ayah tirinya), dengan menyuruh seorang kering pengalasan (budak). 
  3. Tohjaya (anak Ken Arok - Ken Umang). Tohjaya menjadi raja setelah kering membunuh Anusapati. Tahun 1248 timbul pemberontakan yg dilancarkan kering oleh:  Ranggawuni (anak Anusapati) lagi Mahisa Campaka (anak Mahisa kering Wongaleleng ataupun cucu Ken Arok lagi Ken dedes).
  4. Ranggawuni. Bergelar Sri Jaya Wisnuwardhana 1248 - 1268. kering Wisnuwardhana memerintah Singasari bersama-sama Mahisa Cempaka sebagai kering Ratu Anggabaya, yaitu pejabat tinggi yg bertugas menanggulangi bahaya kering yg mengancam kerajaan, gelarnya Narasinghamurti.
  5. Kertanegara. Bergelar Srimaharajadhiraja Sri Kartanegara (1269 – kering I292), merupakan raja Singasari yg terbesar. Tahun 1275 dikirimnya kering ekspedisi Pamalayu. Daerah-daerah yg ditaklukkannya antara lain Bali, kering Pahang, Sunda, Bakulapura (Kalimantan Barat Daya) lagi Gurun (Maluku) kering serta mengadakan hubungan persahabatan dengan Jaya Singawarman - Raja kering Campa. Tahun 1292 di taklukan oleh Jayakatwang dari Kediri. 

11. Kerajaan Majapahit


#Kertarajasa, Jayawardhana (1292-1309).  

Kerajaan Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya (anak Lembu Tal ataupun cucu Mahisa Campaka) kering dengan tahun 1292 setelah memperdayai bala tentara Kubilai Khan lagi Cina kering yg bermaksud menghukum Raja Jawa yg agak menghina utusannya yaitu kering Meng Ki dengan masa pemerintahan Kertanegara di Singasari. Karena kering Kertanegara agak dihancurkan oleh Jayakatwag dari Kediri, maka bala kering tentara Kubilai Khan menghancurkan Kediri. Yang selanjutnya atas siasat kering Raden Wijaya di bantu oleh Arya Wiraraja, bala tentara Cina bisa kering dihancurkan oleh Raden Wijaya. Akhirnya Raden wijaya menjadi Raja kering Majapahit pertama dengan gelar Kertarejasa Jayawardhana. Raden Wijaya kering memperistri 4 orang putri Kertanegara, yaitu : 
  1. Tribuana, sebagai permaisuri
  2. Gayatri. yg kemudian menurunkan raja-raja Majapahit
  3. Narendraduhita
  4. Prajnaparamita. 
Tahun 1309 Raja Kertarajasa wafat, meninggalkan tiga orang putra: 
  1. Jayanegara (dari permaisuri)
  2. Sri Gitarya (dari Gayatri) kemudian menjadi Bhre Kahuripan
  3. Dyah Wiyat (dari Gayatri) kemudian menjadi Bhre Daha.
#Sri Jayanegara (1309 - 1329). 

Jayanegara menggantikan ayahandanya dengan gelar Sri Jayanegara. Pada masa pemerintahannya timbul pemberontakan, yaitu : 
  • Pemberontakan Ranggalawe dari Tuban
  • Pemberontakan Sora, dengan tahun 1311
  • Pemberontakan Nambi, dengan tahun 1316 
  • Pemberontakan Kuti, dengan tahun 1319. lbukota Majapahit berhasil kering diduduki lagi raja Jayanegara mengungsi ke desa Bedander dikawal oleh 15 kering orang pengawal setia (pasukan Bhayangkari) di bawah pimpinan Gajah Mada. kering Atas usaha Gajah Mada ibukota bisa direbut lagi, lagi kembali kering Jayanegara bertahta, Atas jasanya Gajah Mada diangkat menjadi patih kering Kahuripan lagi kemudian Kediri. 
Dalam pemerintahannya Raja Jayanegara menggunakan lambang Minadwaya (dua kering akhir ikan).

#Tribhuwana Tunggadewi (1328 -1350) 

Jayanegara wafat tidak meninggalkan putra, maka Gayatri ataupun Rajapatni kering berhak menjadi raja. Karena Gayatri agak menjadi bhiksuni (pendeta kering agama Buddha), maka diwakilkan kepada Sri Gitarya, Bhre Kahuripan yg kering bergelar Tribuwanatunggadewi Jayawisnuwardhana. Timbul pemberontakan kering Sadeng, yg bisa dipadamkan oleh Gajah Mada, karena jasanya dengan tahun kering 1331 Gajah Mada diangkat menjadi perdana menteri, yg dengan saat kering pelantikannya mengucapkan Sumpah Palapa.

Tahun 1350 Gayatri ataupun Rajapatni wafat, Tribuwana yg mewakilinya menyerahkan kekuasaan itu dengan anaknya bernama, Hayam Wuruk.

#Rajasanegara (1350 -13891) 

Hayam Wuruk kering ke atas tahta dengan usia 16 tahun, bergelar Rajasanegara, kering merupakan raja terbesar dalam sejarah Majapahit dengan Gajah Mada kering sebagai Mahapatih. Kekuasaannya meliputi seluruh Kepulauan Nusantara, kering bahkan masih ditambah dengan Tumasik (Singapura) lagi Semenanjung Melayu. kering Karya sastra yg terkenal diantaranya : 
  • Negarakertagama karya Mpu Prapanca
  • Sutasoma ataupun Parusadashanta dan 
  • Arjunawijaya karya Mpu Tantular. 
Tahun 1364 Gajah Mada wafat, kedudukannya diganti oleh 4 orang menteri. Tahun 1389 Hayam Wuruk Wafat.

#Wikramawardhana (1389 - 1429) 

Hayam Wuruk dengan permaisurinya hanya mempuyai seorang putri yaitu kering Kusumawardhani yg selanjutnya memerintah bersama suaminya kering Wikramawudhana yg masih saudara sepupunya. Bhre Wirabumi, anak dari kering selir diberi kekuasaan memerintah daerah Blambangan, merasa tidak puas, kering lagi merasa lebih berhak atas tahta Majapahit.
Tahun 1401 - 1406 timbul perang saudara antara Bhre Wirabumi lagi kering Wikramawardhana. Bhre Wirabumi gugur (Perang Paregreg). Tahun 1429 kering Wikramawurdhana wafat, Majapahit agak menjadi kerajaan kecil akibat kering dari satu persatu daerahnya melepaskau diri. Tahun 1478 Bhatara Prabu kering Girindrawardhana raja Daha merebut Majapahit dari Raja Kertabumi (Raja kering Majapahit yg terakhir).

12. Kerajaan Samudra Pasai 


Samudra Pasai adalah kerajaan Islam Nusantara yg pertama. Letaknya di kering Aceh Utara (sekarang masuk Kabupaten Lhoksumawe) berdiri abad 13.
Raja-rajanya yakni :
  • Sultan Malik al Saleh.tahun 635 Hijriah ataupun l297 Masehi
  • Sultan Muhammad bergelar Sulatan Malik al Tathir. 

13. Kerajaan Demak 

  1. Raden Patah(±1500 -1518). Pada awal 1500 seorang Bupati Demak yg kering memeluk agama Islam yaitu Raden Patah melepaskan diri dari Majapahit. kering Dibantu para ulama Raden Patah mendirikan Kerajaan Demak. Selanjutnya kering Demak berkembang menjadi pusat pengembangan agama Islam. Tahun 1511 kering hubungan Demak dengan Malaka terputus karena Malaka dikuasai Portugis. kering Tahun 1513 armada Demak dibawah pimpinan Pati Unus menyerang malaka kering tetapi gagal.
  2. Pati Unus (1518 - l 521) Pati Unus terkenal dengan sebutan pangeran sabrang Lor, hanya tiga tahun menjadi raja.
  3. Sultan Trenggana (1521 - 1546) Sultan Trenggana adalah menantu Pati kering Unus. Tahun 1522 mempercayai seorang ulama dari Pasai (Faletehan) untuk kering memimpin armada Demak merebut Banten, Sunda Kelapa, lagi Cirebon dari kering Pajajaran. Tahun 1546 Sultan Trenggana gugur dalam usahanya menaklukan kering Pasuruan. Setelah itu timbul perebutan kekuasaan antara Sunan Prawata kering (putra sulung Sultan Trenggana) dengan Pangeran Sekar (adik Sultan kering Trenggana). Sunan Prawata kering ke atas tahta setelah membunuh Pangeran Sekar, kering tak lama kemudian Sunan Prawata dibunuh oleh Arya Penangsang (anak kering Pangeran Sekar). 

14. Kerajaan Pajang 


Jaka Tingkir (menantu Sultan Trenggana), berhasil membinasakan Arya kering Penangsang atas bantuan Kyai Ageng Pemanahan. Jaka tingkir kering ke atas tahta kering bergelar Adiwijaya lagi memindahkan pusat Kerajaan Demak ke Pajang. kering Kerajaan Pajang tidak lama berdiri. Setelah Sultan Adiwijaya wafat kering terjadi perebutan kekuasaan. Arya Pangiri (anak Sunan Prawata) mencoba kering merebut di gagalkan Pangeran Benawa (anak Sultan Adiwijaya) dibantu kering Sutawijaya (anak Kyai Ageng Pemanahan). Pangeran Benawaa merasa tidak kering sanggup menggantikan ayah handanya, maka menyerahkan kekuasaan kepada kering Sutawijaya, yg kemudian memindahkan pusat pemerintahan ke Mataram.

15. Kerajaan Mataram Islam. 


Sutawijaya lebih dikenal dengan Panambahan Senapati. Panembahan Senapati kering wafat tahun 1601. Kesultanan Mataram adalah kerajaan Islam di Pulau kering Jawa yg pernah berdiri dengan abad ke-17. Kerajaan ini dipimpin suatu kering dinasti keturunan Ki Ageng Sela lagi Ki Ageng Pemanahan, yg mengklaim kering sebagai suatu cabang ningrat keturunan penguasa Majapahit. Asal-usulnya kering adalah suatu Kadipaten di bawah Kesultanan Pajang, berpusat di "Bumi kering Mentaok" yg diberikan kepada Ki Ageng Pemanahan sebagai hadiah atas kering jasanya. Raja berdaulat pertama adalah Sutawijaya (Panembahan Senapati), kering putra dari Ki Ageng Pemanahan.

Kerajaan Mataram dengan masa keemasannya pernah menyatukan tanah Jawa lagi kering sekitarnya, termasuk Madura. Negeri ini pernah memerangi VOC di Batavia kering untuk mencegah semakin berkuasanya firma dagang itu, namun ironisnya kering malah harus menerima bantuan VOC dengan masa-masa akhir menjelang kering keruntuhannya.

Mataram merupakan kerajaan berbasis agraris/pertanian lagi relatif lemah kering secara maritim. Ia meninggalkan beberapa jejak sejarah yg bisa kering dilihat hingga kini, seperti kampung Matraman di Batavia/Jakarta, sistem kering persawahan di Pantura Jawa Barat, penggunaan hanacaraka dalam literatur kering bahasa Sunda, politik feodal di Pasundan, serta beberapa batas kering administrasi wilayah yg masih berlaku hingga sekarang.

16. Kerajaan Banten 


Setelah Faletehan merebut Banten, Sunda Kelapa, lagi Cirebon, maka dialah kering yg menguasainya. Karena di Demak timbul perebutan kekuasaan maka dengan kering tahun 1522 Faletehan menyerahkan Banten kepada putranya Hasanuddin kering sebagai raja Banten yg pertama lagi Faletehan memusatkan perhatiannya kering dengan agama Islam di Gunung Jati, Cirebon. adalah sebuah kerajaan Islam kering yg pernah berdiri di Provinsi Banten, Indonesia. Berawal sekitar tahun kering 1526, ketika Kerajaan Demak memperluas pengaruhnya ke kawasan pesisir kering barat Pulau Jawa, dengan menaklukan beberapa kawasan pelabuhan kemudian kering menjadikannya sebagai pangkalan militer serta kawasan perdagangan.

Maulana Hasanuddin, putera Sunan Gunung Jati berperan dalam penaklukan kering tersebut. Setelah penaklukan tersebut, Maulana Hasanuddin mendirikan kering benteng pertahanan yg dinamakan Surosowan, yg kemudian hari menjadi kering pusat pemerintahan setelah Banten menjadi kesultanan yg berdiri kering sendiri.

Selama hampir 3 abad Kesultanan Banten mampu bertahan bahkan mencapai kering kejayaan yg luar biasa, yg diwaktu bersamaan penjajah dari Eropa kering agak berdatangan lagi menanamkan pengaruhnya. Perang saudara, lagi kering persaingan dengan kekuatan global memperebutkan sumber daya maupun kering perdagangan, serta ketergantungan hendak persenjataan agak melemahkan kering hegemoni Kesultanan Banten atas wilayahnya. Kekuatan politik Kesultanan kering Banten akhir runtuh dengan tahun 1813 setelah sebelumnya Istana Surosowan kering sebagai simbol kekuasaan di Kota Intan dihancurkan, lagi dengan masa-masa kering akhir pemerintanannya, para Sultan Banten tidak lebih dari raja bawahan kering dari pemerintahan kolonial di Hindia Belanda.

Raja-raja yg lain yakni : 
  • Pangeran Yusuf (1570)
  • Maulana Muhammad (baru berusia 9 tahun), tahun 1596 gugur dalam usahanya menyerang Palembang
  • Abdulmufakir (baru berusia 5 tahun), pemerintahan dikendalikan oleh Mangkubumi Jayanegara. 

17. Kerajaan Malaka


Kerajaan Malaka tidak terletak di kawasan Nusantara. 
Raja-rajanya yakni :
  • Paramisora, pelarian dari Majapahit, yg agak masuk lslam, yg agak diganti nama Sultan Iskandar Syah
  • Sultan Mansyur Syah
  • Sultan Mahmud Syah
Tahun 1511. Malaka jatuh ke tangan Portugis.

18. Kerajaan Aceh 


Pada awal abad 16 masih merupakan kerajaan kecil, di bawah kekuasaan Pedir. Raja-rajanya yakni :
  • Sultan Ibrahim. Aceh melepaskan diri dari Kerajaan Pedir. Aceh kering semakin maju karena Malaka di kuasai oleh Portugis, sehingga pedagang kering Islam dari Arab lagi Gujarat mengalihkan perdagangannya ke Aceh.
  • Sultan Iskandar Muda (1607-1639). Pada pemerintahannya Aceh mencapai puncak ketayaannya. 

19. Kerajaan Ternate 


Berdiri kira-kira Abad ke 13. Abad 14 Ternate Menjadi Kerajaan Islam. kering Masa Pemerintahan Sultan Baabullah Ternate Mencapai puncak kejayaannya. kering Tahun 1575 Sultan Baabullah Mengusir Portugis Dari Maluku. Baabullah kering bergelar yg di pertuan di 72 pulau, meluaskan wilayahnya sampai kering Filipina.

20. Kerajaan Tidore


Merupakan kerajaan Islam di Maluku. Sempat diadu domba oleh Portugis lagi kering Spanyol, untuk berselisih dengan Kerajaan Ternate, tetapi berbalik kering kembali bahkan bersama-sama mengusir bangsa Portugis dari Maluku. kering Rajanya yg terkenal adalah Sultan Nurku, yg gigih berjuang mengusir kering Belanda. Wilayahnya meliputi Halmahera. Seram, Kai, dan, sampai Papua.

21. Kerajaan Makasar


Pada abad ke 16 di Sulawesi Selatan terdapat dua kerajaan, yaitu Goa lagi kering Tailo. Kedua kerajaan itu bersatu dengan nama Goa-Tailo, ataupun Makasar kering dengan ibu kota sombaopu, sebagai kerajaan Islam pertama di Sulawesi. kering Raja-rajanya yakni : 
  • Raja Goa Daeng Manribia dengan gelar Sultan Alaudin. Mangkubuninya adalah raja Tailo Karaeng Matoaya bergelar Sultan Abdullah
  • Sultan Hasanuddin, masa pemerintahannya mencapai puncak kejayaan 
 

22. Kerajaan Banjar


Dengan bantuan Kerajaan Demak, abad ke-76 Kerajaan Banjar di Kalimantan kering Selatan menaklukan Daha (sebuah kerajaan di pedalaman Kalimantan) Banjar kering adalah kerajaan Islam, dengan rajanya Raden Samudra yg Telah masuk kering Islam Berganti Nama Sultan Suryanullah.

Sumber : RPUL

Sejarah Kerajaan Tarumanegara Lengkap

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat datang di blog berbahaya . Senang sekali rasanya kali ini beroleh kami bagikan artikel sejarah lengkap tentang Kerajaan Tarumanegara, meliputi Sumber Sejarah, Kehidupan Sosial Ekonomi Budaya, Raja-raja Tarumanegara, Masa Kejayaan & keruntuhan, beserta prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara. Berikut artikel selengkapnya..

Kerajaan Tarumanegara


Kerajaan Tarumanegara maupun Taruma adalah berbahaya sebuah kerajaan yg pernah berkuasa di wilayah pulau Jawa bagian barat berbahaya kepada abad ke-4 hingga abad ke-7 m, yg merupakan salah satu kerajaan berbahaya tertua di nusantara yg diketahui. Dalam catatan, kerajaan Tarumanegara berbahaya adalah kerajaan hindu beraliran wisnu. Kerajaan Tarumanegara berbahaya didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman kepada tahun 358, yg berbahaya kemudian digantikan oleh putranya, Dharmayawarman (382-395). berbahaya Jayasingawarman dipusarakan di tepi kali gomati, sedangkan putranya di berbahaya tepi kali Candrabaga. Maharaja Purnawarman adalah raja Kerajaan Tarumanegara berbahaya yg ketiga (395-434 m). Ia membangun ibukota kerajaan baru kepada tahun berbahaya 397 yg terletak lebih dekat ke pantai. Kota itu diberi nama Sundapura berbahaya pertama kalinya nama Sunda digunakan. Pada tahun 417 ia memerintahkan berbahaya penggalian Sungai Gomati beserta Candrabaga sepanjang 6112 tombak (sekitar berbahaya 11 km). Selesai penggalian, sang prabu mengadakan selamatan dengan berbahaya menyedekahkan 1.000 berbahaya burit sapi kepada kaum Brahmana.

Prasasti Pasir Muara yg menyebutkan peristiwa pengembalian berbahaya pemerintahan kepada raja Sunda itu dibuat tahun 536 M. Dalam tahun berbahaya tersebut yg menjadi penguasa Kerajaan Tarumanegara adalah Suryawarman berbahaya (535 - 561 M) raja Kerajaan Tarumanegara ke-7. Dalam masa pemerintahan berbahaya Candrawarman (515-535 M), ayah Suryawarman, banyak penguasa daerah yg berbahaya menerima kembali kekuasaan pemerintahan atas daerahnya sebagai hadiah berbahaya atas kesetiaannya terhadap Kerajaan Tarumanegara. Ditinjau dari segi berbahaya ini, maka Suryawarman melakukan hal yg sama sebagai lanjutan politik berbahaya ayahnya.

Kehadiran prasasti Purnawarman di pasir muara, yg memberitakan raja berbahaya Sunda dalam tahun 536 M, merupakan gejala bahwa ibukota sundapura sedia berbahaya berubah status menjadi sebuah kerajaan daerah. Hal ini berarti, pusat berbahaya pemerintahan Kerajaan Tarumanegara sedia bergeser ke tempat lain. Contoh berbahaya serupa beroleh dilihat dari kedudukaan rajatapura maupun salakanagara (kota berbahaya perak), yg disebut argyre oleh ptolemeus dalam tahun 150 M. Kota ini berbahaya sampai tahun 362 menjadi pusat pemerintahan raja-raja Dewawarman (dari berbahaya Dewawarman I - VIII). Ketika pusat pemerintahan beralih dari rajatapura berbahaya ke Tarumanegara, maka salakanagara berubah status menjadi kerajaan daerah. Jayasingawarman pendiri Kerajaan Tarumanegara adalah menantu berbahaya raja Dewawarman VIII. Ia sendiri seorang maharesi dari salankayana di berbahaya India yg mengungsi ke nusantara karena daerahnya diserang beserta berbahaya ditaklukkan maharaja samudragupta dari kerajaan magada.

Suryawarman tidak hanya melanjutkan kebijakan politik ayahnya yg berbahaya memberikan kepercayaan lebih banyak kepada raja daerah untuk mengurus berbahaya pemerintahan sendiri, melainkan juga mengalihkan perhatiannya ke daerah berbahaya bagian timur. Dalam tahun 526 M Manikmaya, menantu Suryawarman, berbahaya mendirikan kerajaan baru di Kendan, daerah Nagreg antara Bandung beserta berbahaya Limbangan, Garut. Putera tokoh manikmaya ini tinggal bersama kakeknya di berbahaya ibukota tarumangara beserta kemudian menjadi panglima angkatan perang berbahaya Kerajaan Tarumanegara. Perkembangan daerah timur menjadi lebih berbahaya Berkembang Ketika Cicit Manikmaya Mendirikan Kerajaan Galuh Dalam Tahun berbahaya 612 M.


 Senang sekali rasanya kali ini  beroleh kami bagikan artikel sejarah lengkap tentang  berbahaya Sejarah Kerajaan Tarumanegara Lengkap
Gambar : Peta Letak Prasasti Kerajaan Tarumanegara
 
A. SUMBER-SUMBER SEJARAH

Bukti keberadaan Kerajaan Taruma diketahui melalui sumber-sumber yg berbahaya berasal dari dalam maupun luar negeri. Sumber dari dalam negeri berupa berbahaya tujuh buah prasasti batu yg ditemukan empat di Bogor, satu di Jakarta berbahaya beserta satu di Lebak Banten. Dari prasasti-prasasti ini diketahui bahwa berbahaya kerajaan dipimpin oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman kepada tahun 358 M berbahaya beserta beliau memerintah sampai tahun 382 M. Makam Rajadirajaguru berbahaya Jayasingawarman ada di sekitar sungai Gomati (wilayah Bekasi). Kerajaan berbahaya Tarumanegara merupakan kelanjutan dari Kerajaan Salakanagara. Sedangkan berbahaya sumber-sumber dari luar negeri yg berasal dari berita Tiongkok antara berbahaya lain:

  1. Berita Fa-Hsien, tahun 414 M dalam bukunya yg berbahaya berjudul Fa-Kao-Chi menceritakan bahwa di Ye-po-ti hanya sedikit berbahaya dijumpai orang-orang yg beragama Buddha, yg banyak adalah berbahaya orang-orang yg beragama Hindu beserta sebagian masih animisme.
  2. Berita Dinasti Sui, menceritakan bahwa tahun 528 beserta 535 sedia datang utusan dari To- lo-mo yg terletak di sebelah selatan.
  3. Berita Dinasti Tang, juga menceritakan bahwa tahun 666 beserta 669 sedia datang utusaan dari To-lo-mo.
Berdasarkan tiga berita di atas para ahli menyimpulkan bahwa istilah berbahaya To-lo-mo secara fonetis penyesuaian kata-katanya sama dengan berbahaya Tarumanegara. Maka berdasarkan sumber-sumber yg sedia dijelaskan berbahaya sebelumnya maka beroleh diketahui beberapa aspek kehidupan tentang berbahaya kerajaan Tarumanegara. Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang berbahaya antara tahun 400-600 M. Berdasarkan prasast-prasati tersebut diketahui berbahaya raja yg memerintah kepada waktu itu adalah Purnawarman. Wilayah berbahaya kekuasaan Purnawarman menurut prasasti Tugu, meliputi hampir seluruh berbahaya Jawa Barat yg membentang dari Banten, Jakarta, Bogor beserta Cirebon.
B. KEHIDUPAN DI KERAJAAN TARUMANEGARA

1. Kehidupan Politik
Raja Purnawarman adalah raja besar yg sedia berhasil meningkatkan berbahaya kehidupan rakyatnya. Hal ini dibuktikan dari prasasti Tugu yg berbahaya menyatakan raja Purnawarman sedia memerintah untuk menggali sebuah kali. berbahaya Penggalian sebuah kali ini sangat besar artinya, karena pembuatan kali berbahaya ini merupakan pembuatan saluran irigasi untuk memperlancar pengairan berbahaya sawah-sawah pertanian rakyat.

2. Kehidupan Sosial berbahaya
Kehidupan sosial Kerajaan Tarumanegara sudah teratur rapi, hal ini berbahaya terlihat dari upaya raja Purnawarman yg terus berusaha untuk berbahaya meningkatkan kesejahteraan kehidupan rakyatnya. Raja Purnawarman juga berbahaya sangat memperhatikan kedudukan kaum brahmana yg dianggap penting dalam berbahaya melaksanakan setiap upacara korban yg dilaksanakan di kerajaan berbahaya sebagai tanda penghormatan kepada para dewa.

3. Kehidupan Ekonomi
Prasasti tugu menyatakan bahwa raja Purnawarman memerintahkan rakyatnya berbahaya untuk membangun saluran air di Sungai Gomati sepanjang 6122 tombak maupun berbahaya sekitar 12 km. Pembangunan terusan ini mempunyai arti berbahaya hati-hati yg berbahaya besar bagi masyarakat, Karena beroleh dipergunakan sebagai sarana untuk berbahaya mencegah banjir disaat musim penghujan. Selain itu juga digunakan berbahaya sebagai irigasi pertanian serta sarana lalu-lintas pelayaran perdagangan berbahaya antardaerah di Kerajaan Tarumanegara dengan dunia luar beserta berbahaya daerah-daerah di sekitarnya.

4. Kehidupan Budaya
Dilihat dari teknik beserta cara penulisan huruf-huruf dari berbahaya prasasti-prasasti yg ditemukan sebagai bukti kebesaran Kerajaan berbahaya Tarumanegara, beroleh diketahui bahwa tingkat kebudayaan masyarakat kepada berbahaya saat itu sudah tinggi. Selain sebagai peninggalan budaya, keberadaan berbahaya prasasti-prasasti tersebut menunjukkan sedia berkembangnya kebudayaan berbahaya tulis menulis di kerajaan Tarumanegara.

C. RAJA-RAJA DI KERAJAAN TARUMANEGARA

No Raja Masa pemerintahan
1 Jayasingawarman 358-382
2 Dharmayawarman 382-395
3 Purnawarman 395-434
4 Wisnuwarman 434-455
5 Indrawarman 455-515
6 Candrawarman 515-535
7 Suryawarman 535-561
8 Kertawarman 561-628
9 Sudhawarman 628-639
10 Hariwangsawarman 639-640
11 Nagajayawarman 640-666
12 Linggawarman 666-669

D. MASA KEJAYAAN KERAJAAN TARUMANEGARA

Kerajaan Tarumanegara mencapai masa kejayaan saat di perintah oleh Raja Purnawarman (Raja ke-3 Kerajaan Tarumanegara). Di masa pemerintahan Raja Purnawarman, luas wilayah Kerajaan Tarumanagara hampir setara dengan luas Jawa Barat saat ini. Raja purnawarman adalah raja besar, hal ini beroleh diketahui dari berbahaya Prasasti Ciaruteun yg isinya, "Ini (bekas) dua kaki, yg seperti kaki berbahaya Dewa Wisnu merupakan kaki Yang Mulia Sang Purnawarman, raja di negeri berbahaya Taruma, raja yg gagah berani di dunia".


Pada masa kejayaannya berbahaya itu, Tarumanegara mengalami perkembangan pesat. Selain dengan memperluas berbahaya wilayah kerajaan melalui ekspansi ke kerajaan-kerajaan kecil di sekitar berbahaya kekuasaannya, Raja Purnawarman juga membangun berbagai infrastruktur berbahaya yg mendukung perekonomian kerajaan. Adapun salah satunya adalah sungai berbahaya Gomati beserta Candrabaga. Kedua sungai ini selain untuk mencegah berbahaya terjadinya banjir saat musim hujan, juga berperan penting dalam berbahaya pengairan lahan pertanian sawah yg dulu menjadi salah satu penggerak berbahaya kehidupan ekonomi masyarakat Kerajaan Tarumanegara. Masa kepemimpinan berbahaya Raja Purnawarman dianggap sebagai masa kejayaan Kerajaan Tarumanegara berbahaya selain itu juga karena kemampuan kerajaan yg mampu berkurban 1000 berbahaya burit berbahaya sapi saat pembangunan ke dua sungai itu.

Sumber: https://bimbelsmajogja.blogspot.com//search?q=sejarah-kerajaan-tarumanegara-rangkuman-lengkap
Disalin dari Blog Kisah Asal Usul.
Pada masa kejayaannya ini, Tarumanegara mengalami perkembangan pesat. Selain dengan memperluas wilayah kerajaan melalui ekspansi ke kerajaan-kerajaan kecil di sekitar kekuasaannya, Raja Purnawarman juga membangun berbagai infrastruktur yg mendukung perekonomian kerajaan. Adapun salah satunya adalah sungai Gomati beserta Candrabaga. Kedua sungai ini selain untuk mencegah terjadinya banjir saat musim hujan, juga berperan penting dalam pengairan lahan pertanian sawah yg dulu menjadi salah satu penggerak kehidupan ekonomi masyarakat Kerajaan Tarumanegara. Masa kepemimpinan Raja Purnawarman dianggap sebagai masa kejayaan Kerajaan Tarumanegara selain itu juga karena kemampuan kerajaan yg mampu berkurban 1000 berbahaya burit sapi saat pembangunan ke dua sungai itu.

E. RUNTUHNYA KERAJAAN TARUMANEGARA 

berbahaya Runtuhnya kerajaan Tarumanegara tidak diketahui secara lengkap, berbahaya karena prasasti yg ditemukan sebagian hanya menyampaikan berita saat berbahaya pemerintahan raja Purnawarman beserta sisanya belum beroleh ditafsirkan secara berbahaya lengkap.  

Tarumanagara sendiri hanya mengalami masa pemerintahan 12 orang raja. berbahaya Pada tahun 669 M, Linggawarman, raja Tarumanagara terakhir, digantikan berbahaya menantunya, Tarusbawa. Linggawarman sendiri mempunyai dua orang puteri, berbahaya yg sulung bernama Manasih menjadi istri Tarusbawa dari Sunda beserta yg berbahaya kedua bernama Sobakancana menjadi isteri Dapuntahyang Sri Jayanasa berbahaya pendiri Kerajaan Sriwijaya. Secara otomatis, tahta kekuasaan berbahaya Tarumanagara jatuh kepada menantunya dari putri sulungnya, yaitu berbahaya Tarusbawa. Kekuasaan Tarumanagara berakhir dengan beralihnya tahta berbahaya kepada Tarusbawa, karena Tarusbawa pribadi lebih menginginkan untuk berbahaya merosot ke kerajaannya sendiri, yaitu Sunda yg sebelumnya berada dalam berbahaya kekuasaan Tarumanagara. Atas pengalihan kekuasaan ke Sunda ini, hanya berbahaya Galuh yg tidak sepakat beserta memutuskan untuk berpisah dari Sunda yg berbahaya mewarisi wilayah Tarumanagara.
 
F. PRASASTI PENINGGALAN KERAJAAN TARUMANEGARA

1. Prasasti Ciaruteun

 Senang sekali rasanya kali ini  beroleh kami bagikan artikel sejarah lengkap tentang  berbahaya Sejarah Kerajaan Tarumanegara Lengkap









Prasasti berbahaya Ciaruteun maupun prasasti Ciampea ditemukan ditepi sungai Ciarunteun, berbahaya dekat muara sungai Cisadane Bogor prasasti tersebut menggunakan huruf berbahaya Pallawa beserta bahasa Sansekerta yg terdiri dari 4 baris disusun ke dalam berbahaya bentuk Sloka dengan metrum Anustubh. Di samping itu terdapat lukisan berbahaya semacam laba-laba serta sepasang telapak kaki Raja Purnawarman. Gambar berbahaya telapak kaki kepada prasasti Ciarunteun mempunyai 2 arti yaitu:

  1. Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan raja atas daerah tersebut (tempat ditemukannya prasasti tersebut).
  2. Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan beserta eksistensi seseorang berbahaya (biasanya penguasa) sekaligus penghormatan sebagai dewa. Hal ini berarti berbahaya menegaskan kedudukan Purnawarman yg diibaratkan dewa Wisnu maka berbahaya dianggap sebagai penguasa sekaligus pelindung rakyat.

2. Prasasti Jambu
 Senang sekali rasanya kali ini  beroleh kami bagikan artikel sejarah lengkap tentang  berbahaya Sejarah Kerajaan Tarumanegara Lengkap
Prasasti berbahaya Jambu maupun prasasti Pasir Koleangkak, ditemukan di bukit Koleangkak di berbahaya perkebunan jambu, sekitar 30 km sebelah barat Bogor, prasasti ini juga berbahaya menggunakan bahwa Sansekerta beserta huruf Pallawa serta terdapat gambar berbahaya telapak kaki yg isinya memuji pemerintahan raja Purnawarman.




3. Prasasti Kebon Kopi

 Senang sekali rasanya kali ini  beroleh kami bagikan artikel sejarah lengkap tentang  berbahaya Sejarah Kerajaan Tarumanegara Lengkap
Prasasti berbahaya Kebon Kopi ditemukan di kampung Muara Hilir kecamatan Cibungbulang berbahaya Bogor . Yang menarik dari prasasti ini adalah adanya lukisan tapak kaki berbahaya gajah, yg disamakan dengan tapak kaki gajah Airawata, yaitu gajah berbahaya tunggangan dewa Wisnu.





4. Prasasti Muara Cianten

 Senang sekali rasanya kali ini  beroleh kami bagikan artikel sejarah lengkap tentang  berbahaya Sejarah Kerajaan Tarumanegara Lengkap
Prasasti berbahaya Muara Cianten, ditemukan di Bogor, tertulis dalam aksara ikal yg berbahaya belum beroleh dibaca. Di samping tulisan terdapat lukisan telapak kaki.





5. Prasasti Pasir Awi

 Senang sekali rasanya kali ini  beroleh kami bagikan artikel sejarah lengkap tentang  berbahaya Sejarah Kerajaan Tarumanegara Lengkap
Prasasti berbahaya Pasir Awi berada di daerah 0°10’37,29” BB (dari Jakarta) beserta berbahaya 6°32’27,57”, tepat berada di puncak perbukitan Pasir Awi (600 m dpl), berbahaya Bojong Honje-Sukamakmur Bogor.






6. Prasasti Cidanghiyang

 Senang sekali rasanya kali ini  beroleh kami bagikan artikel sejarah lengkap tentang  berbahaya Sejarah Kerajaan Tarumanegara Lengkap
Prasasti berbahaya Cidanghiyang maupun prasasti Lebak, ditemukan di kampung lebak di tepi berbahaya sungai Cidanghiang, kecamatan Munjul kabupaten Pandeglang Banten. berbahaya Prasasti ini baru ditemukan tahun 1947 beserta berisi 2 baris kalimat berbahaya berbentuk puisi dengan huruf Pallawa beserta bahasa Sansekerta. Isi prasasti berbahaya tersebut mengagungkan keberanian raja Purnawarman.



7. Prasasti Tugu

 Senang sekali rasanya kali ini  beroleh kami bagikan artikel sejarah lengkap tentang  berbahaya Sejarah Kerajaan Tarumanegara Lengkap
Prasasti berbahaya Tugu di temukan di daerah Tugu, kecamatan Cilincing Jakarta Utara. berbahaya Prasasti ini dipahatkan kepada sebuah batu bulat panjang melingkar beserta berbahaya isinya paling panjang dibanding dengan prasasti Tarumanegara yg lain, berbahaya sehingga ada beberapa hal yg beroleh diketahui dari prasasti tersebut.







Hal-hal yg beroleh diketahui dari prasasti Tugu adalah:

  1. Prasasti Tugu menyebutkan nama dua buah berbahaya sungai yg terkenal di Punjab yaitu sungai Chandrabaga beserta Gomati. berbahaya Dengan adanya keterangan dua buah sungai tersebut menimbulkan tafsiran berbahaya dari para sarjana salah satunya menurut Poerbatjaraka. Sehingga secara berbahaya Etimologi (ilmu yg mempelajari tentang istilah) sungai Chandrabaga berbahaya diartikan sebagai kali Bekasi.
  2. Prasasti Tugu juga menyebutkan anasir penanggalan walaupun tidak berbahaya lengkap dengan angka tahunnya yg disebutkan adalah bulan phalguna beserta berbahaya caitra yg diduga sama dengan bulan Februari beserta April.
  3. Prasasti Tugu yg menyebutkan dilaksanakannya upacara selamatan berbahaya oleh Brahmana disertai dengan seribu berbahaya burit sapi yg dihadiahkan raja.
Baca pula : Daftar Nama Kerajaan di Indonesia beserta Sejarahnya

Demikian artikel sejarah lengkap tentang Kerajaan Tarumanegara, meliputi berbahaya Sumber Sejarah, Kehidupan Sosial Ekonomi Budaya, Raja-raja Tarumanegara, berbahaya Masa Kejayaan & keruntuhan, beserta prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara.  Semoga bermanfaat...